Home Sweet Loan The Musical, Buktikan Kekuatan Kolaborasi Ekonomi Kreatif

Home Sweet Loan The Musical, Buktikan Kekuatan Kolaborasi Ekonomi Kreatif
Wamenekraf Irene Umar apresiasi Home Sweet Loan The Musical dorong komersialisasi IP, Taman Ismail Marzuki (TIM), Minggu (4/10/2026).

Jakarta, 4 Oktober 2026 – Dari novel ke layar lebar hingga drama musical, Home Sweet Loan mencuri perhatian. Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Wamen Ekraf) Irene Umar, mengapresiasi pementasan Home Sweet Loan The Musical di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta yang menjadi representasi nyata dari keberhasilan alih wahana serta ekspansi Kekayaan Intelektual (Intellectual Property/IP) di industri kreatif nasional.

“Pesan buat para pejuang yang ada di luar sana, know your boundaries and know yourself. Penggambaran financial planning dalam pentas ini sangat penting karena, buat saya, Indonesia sangat membutuhkan financial planning tersebut,” ujar Irene pada Minggu (4/10).

Pementasan yang diadaptasi dari novel populer karya Almira Bastari dan sukses meraih 1,7 juta penonton pada versi filmnya (2024) ini menghadirkan pengalaman baru melalui perpaduan cerita, musik, dan koreografi. Kisah Kaluna yang berupaya keluar dari rumah orang tuanya untuk mendapatkan ruang aman dan tempat tinggal pribadi turut menggambarkan pencarian makna rumah dan tempat untuk merasa utuh.

Lebih lanjut, Irene menekankan bahwa transformasi Home Sweet Loan dari subsektor penerbitan, perfilman, hingga kini merambah subsektor seni pertunjukan dan musik membuktikan potensi besar komersialisasi IP dalam menciptakan ekosistem ekonomi kreatif yang inklusif dan berkelanjutan. Irene menilai Home Sweet Loan membawa pesan yang relevan bagi masyarakat, khususnya tentang pentingnya mengenali diri dan tidak melupakan kecintaan terhadap diri sendiri.

“Home Sweet Loan menjadi bukti dengan kolaborasi, para pejuang ekraf dapat terus melakukan IP commercialization, yang bukan hanya menampilkan karya baru, tetapi juga menimbulkan efek ekonomi yang berkelanjutan,” tambah Irene.

Pementasan Home Sweet Loan The Musical dijadwalkan berlangsung sebanyak 23 pertunjukan mulai 30 September hingga 18 Oktober 2026. Karya ini menghadirkan 18 komposisi lagu original serta koreografi khas, termasuk nomor lagu “Tepuk Waras” yang merefleksikan dinamika kehidupan masyarakat perkotaan.

Melalui kehadiran pertunjukan ini, Kementerian Ekonomi Kreatif terus berkomitmen mendampingi para pelaku ekraf dalam memperluas skala bisnis berbasis IP, membuka lapangan kerja baru di sektor seni pertunjukan, serta memperkuat nilai rantai pasok ekonomi kreatif Indonesia.

Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Veronica Tan. Dalam kegiatan tersebut, Wamen Ekraf didampingi oleh Direktur Seni Rupa dan Seni Pertunjukan Kementerian Ekraf, Dadam Mahdar.